Siang itu, kepadaku yang sembari mengupas kulit kentang, Ibu bercerita satu hal yang menarik. Tentang kepala ikan. Bahwa dalam kondisi dua orang sudah tinggal bersama untuk sekian waktu yang lama bahkan belum bisa memahami keinginan satu sama lain.
“Setiap hari Istri selepas pulang bekerja menyiapkan makanan untuk disantap anak-anak dan suaminya. Hidangan tersebut diolah dengan tangannya sendiri. Sehingga timbul rasa iba apabila makanan tersebut tidak habis atau terbuang. Lagipula melihat keadaan kini, dimana semua serba mahal tentu sang Istri berpikir itu ‘pemborosan’, mubazir. Dan yang paling sering terbuang adalah kepala ikan. Sang Istri akhirnya selalu menghabiskan kepala-kepala ikan yang ‘dibuang’ atau tersisa dari pinggan makan anak-anaknya. Begitu selalu yang terjadi. Dan sang Suami tak luput memperhatikan hal itu. Melihat sang Istri selalu habis menyantap kepala-kepala ikan itu bahkan kepala-kepala ikan yang ada dipiring para anak, sang Suami pun berpikir istrinya sangat menyukai kepala ikan.
Dan tiba hari itu. Hari ulang tahun sang Istri. Hari itu semua bergembira. Anak-anak bahagia, ibu mereka masih dalam keadaan sehat. Sang Istri tidak meminta hadiah apapun. Melihat keluarganya dalam sehat dan lengkap merupakan hadiah tak ternilai untuk dirinya.
“Istriku, izinkan aku memberimu hadiah yang lebih spesial untukmu..” ujar sang Suami seraya tersenyum
Sang Istri tersenyum bahagia membayangkan akankah ada lingkaran berwarna emas untuknya tahun ini, sudah lama sekali tidak ada yang melingkar dijari manisnya semenjak terjual untuk biaya dokter saat Suaminya sakit dahulu.
“Tentu saja Suamiku…” jawabnya jujur. Dan, sang Suami menghilang kedalam kamar dan keluar membawa bingkisan berpita. “Untukmu. Karena aku tahu kau selalu menyukai ini.” kata Sang Suami.
Sang Istri segera membuka bingkisan itu sementara anak-anak mengelilinginya. Kado itu terbuka dan meledaklah tangis sang Istri. Satu kepala ikan kakap. Hadiah dari Suami tercinta…..Dan sang Suami melongo keheranan. “
Hm…contoh yang menarik. Kenapa suaminya tidak berpikir ya? Tidak berpikir bahwa istrinya melahap seluruh kepala ikan agar tidak terbuang percuma, agar uang yang dikeluarkan untuk belanja tidak semena-mena terhambur…,tapi justru dia hadiahkan kepala ikan untuk istrinya…Ooh…’bodoh’nya….
Tapi, satu catatan untuk sang istri menurutku, beritahu anak-anak untuk tidak menyisakan makanan. Apabila mereka tidak meyukainya, lebih baik tidak diambil atau dimakan. Daripada terbuang percuma kan….