Then, my friend was told me that his wife were gettin pregnant. The second time.
Mengejutkan buat gue, karena gue tahu cerita mereka gimana. Anak pertama mereka malah sama sekali tidak dirawat langsung oleh sang Ibu. Dan sekarang mau nambah anak, yang kedua, dengan alasan yang ga gitu masuk akal…”Sekalian aja sekarang, daripada nanti malah ga bisa punya anak lagi karena sibuk”. Wah….enak banget bisa bicara begitu…
Apa memang jadi seperti itu ya? Emansipasi yang terus berkelanjutan membikin para perempuan bisa memutuskan kapan saja mereka ingin. Oke, ada benarnya, tapi…mbok ya dilihat bagaimana keadaan anak itu nanti.
Apa tidak menyesal, sepertinya sangat gampang sekali ‘bikin’ anak, kalau nanti malah anak-anak yang hadir dari rahim malah tidak mendapat perhatian langsung dari orang yang menyetujui kelahiran mereka.
Yah…toh akhirnya dia hamil juga..haha…SEdikitnya gue berharap dia bisa sadar bahwa anak tersebut sudah miliki jiwa dan perasaan yang pastinya tidak ingin diabaikan.