Satu Minggu yang Lalu

Tujuh hari. Cukup puas memandang satu minggu yang lalu sebagai sebuah cerita pendek yang mesti ditulis. Saat lewati hari-hari yang berjalan sungguh tidak akan terasa lambat, sangat cepat malah, karena waktu tak pernah menoleh melihat manusia yang ada didalamnya. Waktu hidup sendiri. Independent. Dia menyerahkan keputusan tanpa perlu persetujuan pihak kedua atau ketiga. Misal, kau putuskan untuk hentikan satu minggu yang lalu…pada hari kedelapan kau akan lihat, waktu memberikan kesempatan yang sangat besar sebenarnya bagi manusia untuk menyelesaikan setiap soalnya. Waktu bermurah hati memberikan kelonggaran pada tiap kesalahan untuk segera diperbaiki. Dan, disayangkan semua terlewat begitu saja…..

Aku termasuk didalam kelompok itu. Melewatkan waktu yang berlapang dada seraya tersenyum dengan berpikir “masih ada waktu yang berbaik hati…”, sial….

(sebelum tidurku, September 7, 2008)

Respond to this post