Saat itu kuning
kemudian memerah, dengan semburat ungu muda dimana mana
berubah menjadi warna muda
merah muda….
Sebelumnya hijau, begitu tua hingga nyaris tak berdaya lagi
hijau buruk
licin dengan lumut
Tanganku tergelincir
menoreh garis yang terputus sia sia
aah…dia tak peduli aku ingin hilang jeratnya
mendekap dengan bara nafsu yang tak lagi
ingat akal
Dan aku muak.. muak dan muntah tercecer
kumuh
aku, diriku, kotor…
Kembali dan berdiri lagi
buang semua hijau itu
buruk itu
Saat ini, …kuning
kemudian memerah, dengan semburat ungu muda dimana mana
berubah menjadi warna muda
merah muda….
————————
Perangkap yang kemarin
membaur dengan hidupku
tak terlihat lagi..
hilang jeratmu
meski kadang aku rindu….
————————
Posted by Budiono Darsono on February 20, 2009 at 6:44 am
ini puisi penih warna. cuman hati hati dengan warna. warna kini sedang diklaim jadi milik partai tertentu. maklumlah lagi musim kampanye.
Posted by echaa on February 24, 2009 at 7:07 am
ehehe…makanya ga pake warna warna yang memihak pada partai tertentu Pak..:P kalopun ada itu adalah kebetulan semata…(tagline banget)
Posted by SEMINAR GRATISS on April 11, 2009 at 6:05 am
salam kenal
ada seminar nih… langsung ke linknya aja yaa.. ni linknya :
http://tinyurl.com/c26dcc
Posted by febri diansyah on April 13, 2009 at 11:29 am
sejak 9 April, jadi biru, hehe2