Hilang Jerat

Saat itu kuning

kemudian memerah, dengan semburat ungu muda dimana mana

berubah menjadi warna muda

merah muda….

Sebelumnya hijau, begitu tua hingga nyaris tak berdaya lagi

hijau buruk

licin dengan lumut

Tanganku tergelincir

menoreh garis yang terputus sia sia

aah…dia tak peduli aku ingin hilang jeratnya

mendekap dengan bara nafsu yang tak lagi

ingat akal

Dan aku muak.. muak dan muntah tercecer

kumuh

aku, diriku, kotor…

Kembali dan berdiri lagi

buang semua hijau itu

buruk itu

Saat ini, …kuning

kemudian memerah, dengan semburat ungu muda dimana mana

berubah menjadi warna muda

merah muda….

————————

Perangkap yang kemarin

membaur dengan hidupku

tak terlihat lagi..

hilang jeratmu

meski kadang aku rindu….

————————

4 Responses to this post.

  1. ini puisi penih warna. cuman hati hati dengan warna. warna kini sedang diklaim jadi milik partai tertentu. maklumlah lagi musim kampanye.

    Reply

  2. Posted by echaa on February 24, 2009 at 7:07 am

    ehehe…makanya ga pake warna warna yang memihak pada partai tertentu Pak..:P kalopun ada itu adalah kebetulan semata…(tagline banget)

    Reply

  3. salam kenal

    ada seminar nih… langsung ke linknya aja yaa.. ni linknya :

    http://tinyurl.com/c26dcc

    Reply

  4. Posted by febri diansyah on April 13, 2009 at 11:29 am

    sejak 9 April, jadi biru, hehe2

    Reply

Respond to this post