Archive for the ‘1’ Category

Bebek goreng

Hari ini dapat bebek goreng gratis… kalo orang bilang, siapa sih yang ga mo gratisan…awalnya nafsuuuu anget pengen makannya. Tapi, setelah mencerna pikiran pelan-pelan rasanya terlalu tamak untuk mengkonsumsinya. Kolesterol. Fiuh..kadar kolesterol pada bebek apalagi yang sudah mengalami proses penggorengan (lebih lagi kalau proses tersebut dilakukan di rumah makan dengan porsi bahan yang harus digoreng [...]

Continue reading »

Hilang Jerat

Saat itu kuning
kemudian memerah, dengan semburat ungu muda dimana mana
berubah menjadi warna muda
merah muda….
Sebelumnya hijau, begitu tua hingga nyaris tak berdaya lagi
hijau buruk
licin dengan lumut
Tanganku tergelincir
menoreh garis yang terputus sia sia
aah…dia tak peduli aku ingin hilang jeratnya
mendekap dengan bara nafsu yang tak lagi
ingat akal
Dan aku muak.. muak dan muntah tercecer
kumuh
aku, diriku, kotor…
Kembali dan berdiri lagi
buang [...]

Continue reading »

Detak tak Teratur

PANIK.
Ternyata aku panik. Padahal sebelumnya aku pikir tidak perlu panik. Tapi,
aku panik. Panik. Panik.
Saat mendebarkan itu semakin mendekat. Aku tidak mengerti siapa yang mulai mengejar. Saat mendebarkan itu atau diriku sendiri. Dan, banyak yang belum terselesaikan. Ough! Sah saja kalau aku sebutkan ya…perkara printilan yang printil-printil dan tiba-tiba membuntut memanjang.
Dia masih belum ada dikota ini [...]

Continue reading »

Cincin

Kami butuh cincin.
Sebelumnya aku pikir mesti ada satu mata yang bersinar saat ia ditimpa sinar, dia juga memilih itu. Tapi, kelamaan aku pikir cincin tidaklah semestinya bermata…cincin merupakan tanda ikatan…terkecuali cincin pemberian orangtua, yah ,meski itu pun sebuah tanda ‘terikat’ untukmu karena kau belum lagi dewasa demi dirimu sendiri.
Aku lepas cincin pemberian orangtuaku setahun yang [...]

Continue reading »